Pertama kali dan satu-satunya, Laksanakan Qurban di Wilayah Geografis Tertinggi di Banten

Selasa, 11 Agustus 2020

Momen Idul Adha tahun ini berbarengan dengan kondisi dunia yang masih dalam keadaan pandemi Covid-19, berdampak pada berbagai sektor di kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial hingga masalah keagamaan, yang dimana membuat kehidupan masyarakat menjadi kesulitan. Sehingga Kurban di tahun ini bisa menjadi momen untuk saling membantu, menguatkan, membangun ketahanan pangan dan solidaritas, serta menumbuhkan kepedulian sosial, terkhusus kepada kelompok rentan, seperti kaum dhuafa, difabel, pelosok desa ataupun warga yang terdampak Covid-19.

Tim LAZ Harapan Dhuafa menggelar pelaksanaan dan pendistribusian Kurban di salah satu wilayah dengan letak geografis tertinggi di provinsi Banten, tepatnya di kampung Lebak Sembada, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak-Banten. Kampung ini adalah kampung paling ujung dan tertinggi di kawasan Gunung Luhur Citorek, Lebak.

Para warga begitu antusias menyambut pelaksanaan Kurban di kampung mereka. Sambil mengenakan masker, mereka mengerumuni dan mendatangi lokasi penyembelihan hewan Kurban, karena bagi mereka hal ini (pelaksanaan Kurban) adalah yang pertama kali dan satu-satunya di kampung mereka. Bahkan mereka sempat terheran dan merasa aneh, karena bisa melihat domba dari jarak yang begitu. Anak-anak para warga dengan riang gembira menghampiri domba-domba Kurban dan bermain-main dengan domba Kurban, karena bagi mereka ini adalah hal yang langka dan jarang ditemukan.

“Ini baru pertama kalinya Pak, baru ini satu-satunya, sebelumnya di kampung kita belum pernah ada qurban. Di sini gak ada yang ternak, jadi kami jarang lihat kambing, domba, kerbau apalagi kalau sapi. Makanya,  langsung pada lihat ke sini,” Ujar Umanah seorang warga kampung Lebak Sembada.

Menurut salah satu warga, sebelumnya tidak pernah ada pelaksanaan Kurban, “Baru kali ini melihat pelaksanaan Kurban di kampung ini. Tentu kami sangat bersyukur, mengucapkan banyak terimakasih karena mendistribusikan Kurban di kampung kami ini,” ucap Rustandi selaku sesepuh Kp. Lebak Sembada.

“Warga disini kan kebanyakan hanya mengandalkan hasil pertanian saja, perekonomian disini rata-rata menengah ke bawah. Bisa makan daging setahun sekali juga mungkin jarang kalau daging-daging semacam domba atau seperti daging kerbau,” pungkasnya.

Selain untuk warga kampung, Kurban juga didistribusikan untuk para santri yatim dan dhuafa di pondok pesantren Al-Furqon Citorek, Lebak-Banten.

“Pertama, alasan kami memilih di lokasi ini (kampung Lebak Sembada), karena seperti yang diketahui bahwa di kampung ini belum pernah sama sekali ada pelaksanaan Kurban, yang kedua memang disini daerah pelosok dan juga ada pesantren yang banyak dihuni santri yatim dan dhuafa, dan kondisi ekonomi warga juga rata-rata menengah ke bawah,” imbuh Muhammad Mukri selaku penanggung jawab penyaluran Kurban.

Dan sisi uniknya, ini adalah pelaksanaan qurban di letak geografis paling tinggi di kawasan provinsi Banten, saat menyembelih Kurban di pagi hari, kabut awan masih menyelimuti perkampungan.