Dimakan Usia, Sebagian Rumah Abah Sahrul Ambruk..

Dana Terkumpul
Rp 0
dari target Rp. 100.000.000
0.0% Tercapai
Sisa Waktu 0 hari

“Waktu itu menjelang subuh, saya dengar ada suara gemuruh kenceng banget. Brukkk …. Pas saya lihat ternyata kamar sama ruangan di sebelahnya roboh, ambruk hancur semua karena emang udah pada lapuk ya namanya juga bangunannya sudah tua. Alhamdulilah waktu itu saya ngga tidur di kamar jadi, bisa selamat. Warga pada datang dikira saya kena robohan,” – Abah Sahrul

Rambutnya telah memutih, tenaganya sudah tak sekuat dulu lagi, usianya telah renta, ia juga tidak bisa duduk dengan normal. Namun, di pundaknya ia harus memikul beban yang amat berat, yakni menghidupi keluarganya. Usia senja yang seharusnya dinikmati dengan penuh kebahagiaan bermain bersama cucu, tapi hal tersebut tak bisa dirasakan olehnya.

Setiap harinya, Abah Sahrul masih harus bekerja keras menguras peluh dan tenaganya yang masih tersisa. Dengan gerobaknya yang telah tua dan usang, ia menyusuri jalanan memulung sampah dan barang-barang yang tak terpakai untuk dijual kembali.

Pendapatan dari memulung sampah ini pun tak seberapa. Sampah-sampah yang telah dipunguti, ia kumpulkan dan setiap 2 hari sekali baru bisa ia jual kepada pengepul. Beberapa kantong sampah hanya dihargai Rp 50.000 saja, bahkan pernah ia hanya pulang dengan tangan hampa.

Kepedihan yang ia rasakan semakin berlipat, tatkala musibah menimpanya pada bulan Januari 2020 yang lalu. Saat itu, menjelang subuh, tiba-tiba ia dikejutkan dengan ambruknya sebagian ruangan di rumahnya karena telah lapuk dimakan usia, atap rumahnya juga telah bocor dimana-mana. Di musim hujan seperti sekarang ini, setiap malamnya ia tidak bisa tidur dengan nyenyak, pikirannya selalu dibayangi dengan rumahnya yang sewaktu-waktu bisa ambruk lagi.

“Lagi musim hujan gini saya ngga tenang, ngga bisa tidur nyenyak takut juga ini rumah nanti ambruk lagi,” ujar Abah Sahrul sambil memandangi atap rumahnya yang telah roboh.

Kini, kondisi rumahnya semakin memprihatinkan, sudah tak layak lagi untuk ditinggali, bangunannya bisa saja ambruk sewaktu-waktu yang tentunya sangat membahayakan keselamatan nyawa Abah Sahrul dan keluarganya.

Di sisa usianya, tak banyak yang ia harapkan, ia hanya ingin agar rumahnya bisa dibangun kembali. “Pengen ini rumah bisa dibangun lagi biar anak istri saya ngerasa aman. Saya udah tua ngga banyak yang saya minta sama Allah,” ucapnya.

Sahabat ayo menjadi tangan kebaikan untuk Abah Sahrul yang ingin memperbaiki rumahnya yang telah rusak. Yuk, doakan selalu Abah Sahrul agar selalu diberikan kesehatan dan terus berikannya semangat dengan cara :

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan Nominal Donasi atau Pilih Nominal yang Tersedia

3. Pilih Metode Pembayaran (GO-PAY/Mandiri/BSM/BCA/Internet Banking lainnya)

4. Transfer Sesuai dengan Nominal yang Tercantum Beserta Kode Uniknya

 

 

Belum ada kabar baru
Riwayat Donasi (0 Donatur)
Loading...
Dana Terkumpul
Rp 0
dari target Rp. 100.000.000
Riwayat Donasi (0 Donatur)
Loading...
Lihat Semua   ->