Ganasnya Tumor Menggerogoti Sebagian Wajah Rojul..

Dana Terkumpul
Rp 18.115.780
dari target Rp. 100.000.000
18.12% Tercapai
Sisa Waktu 29 hari

9 tahun sudah Rojul hidup dengan “monster” yang bersarang di wajahnya. Pipi kirinya terus membesar, mengeluarkan darah dan nanah dengan bau yang sangat menyengat saat kambuh. Tahun 2011 silam seakan menjadi pukulan berat baginya, Dokter memvonisnya menderita tumor.

Sejak saat itu, Rojul pun berhenti sekolah karena merasa malu dengan kondisinya yang berbeda dengan teman-teman yang lain. Selama itu pula aktivitasnya hanya sebatas dilakukan di rumah saja. Untuk tidur Rojul harus duduk karena tidak bisa berbaring, makan pun hanya sebagian makanan yang bisa ia telan.

 

Tumor di wajahnya telah merenggut mata, hidung, mulut, dan sebagian wajahnya. Pertumbuhan tubuhnya menjadi tidak normal seperti yang lainnya, kaki dan tangannya mengecil. Diusianya kini yang telah menginjak 19 tahun, ia masih tampak seperti anak kecil yang tidak berdaya.

Rojul sempat menjalani pengobatan secara medis pada tahun 2016, namun pengobatannya terhenti karena orangtuanya tak ada biaya. Mereka yang hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tak lebih dari 50 ribu per hari tentu tak cukup untuk menutupi seluruh biaya pengobatan Rojul. Kadang mereka harus meminjam uang ke sanak saudara, bahkan pernah sampai menjual kambing peliharaan satu-satunya untuk biaya berobat dan menebus obat Rojul.

Kini, Rojul hanya menjalani terapi dan mengkonsumsi obat-obatan herbal untuk menyembuhkan tumornya. Walau begitu orangtuanya tak pernah patah arang dan selalu optimis bahwa anak mereka bisa sembuh suatu saat nanti.

“Mudah-mudahan Rojul panjang umurnya bisa sehat lagi. Saya berjuang supaya dia bisa sembuh. Saya ingat dia selalu bilang kalau sembuh dia pengen mesantren (masuk Pondok Pesantren) pengen jadi Ustadz mudah-mudahan doanya bisa terkabul,” ungkap Salim, Bapak Rojul dengan wajah berkaca-kaca.